Senin, 22 Februari 2016

Teknik mendayung

1.    Dayung maju (forward paddle/forward stroke) adalah gerakan mengayuhkan dayung dari depan ditarik hingga ke belakang, dengan alur dayungan lurus di pinggir lambung perahu. Gerakan ini berdasarkan komando, dengan tujuan supaya perahu melaju ke arah depan.

2.    Dayung mundur (back paddle/back stroke) adalah gerakan mengayuhkan dayung dari belakang di tarik hingga ke depan, dengan alur dayungan lurus di pinggir lambung perahu. Gerakan ini berdasarkan komando, dengan tujuan supaya perahu melaju ke arah belakang.

3.   Dayung kiri mundur (left back paddle/left back strokeadalah gerakan mengayuhkan dayung yang terbagi ke dalam dua kelompok : kelompok pertama yang duduk di sebelah kiri, melakukan kayuhan dayung mundur, sedangkan kelompok kedua yang duduk di sebelah kanan, melakukan kayuhan dayung maju. Gerakan ini dimaksudkan agar perahu berbelok ke kiri.

4.    Dayung kanan mundur (right back paddle/right back strokeadalah gerakan mengayuhkan dayung yang terbagi ke dalam dua kelompok : kelompok pertama yang duduk di sebelah kanan, melakukan kayuhan dayung mundur, sedangkan kelompok kedua yang duduk di sebelah kiri, melakukan kayuhan dayung maju. Gerakan ini dimaksudkan agar perahu berbelok ke kanan.

5.   Dayung geser kiri (left drawadalah gerakan mengayuhkan dayung yang terbagi ke dalam dua kelompok : kelompok pertama yang duduk di sebelah kiri, melakukan kayuhan dayung dari arah luar ke arah dalam pinggir lambung perahu 90 derajat, sedangkan kelompok kedua yang duduk di sebelah kanan, melakukan kayuhan dayung mencungkil dari pinggir lambung, ke luar menjauh dari lambung arah 90 derajat dari lambung. Gerakan ini dimaksudkan agar perahu bergeser ke kiri.

6.    Dayung geser kanan (right draw) adalah gerakan mengayuhkan dayung yang terbagi ke dalam dua kelompok : Kelompok pertama yang duduk di sebelah kiri, melakukan kayuhan dayung dari arah luar ke arah dalam pinggir lambung perahu searah 90 derajat, sedangkan kelompok kedua yang duduk di sebelah kanan, melakukan kayuhan dayung mencungkil dari pinggir dalam lambung, ke luar menjauh dari lambung arah 90 derajat. Gerakan ini dimaksudkan agar perahu berbelok ke kanan.

7.  Berhenti (stop), maksudnya adalah tidak ada gerakan. Hal ini penting diperhatikan karena tidak selamanya crewharus mendayung. Ketika dirasakan laju perahu terlalu cepat, maka hal ini harus dilakukan melalui keomando stopdan berhenti. Pada saat ada hal penting lain yang juga harus diperhatikan, yaitu ketika crew memegang dayung posisi stop, dayung dipegang dan diletakkan di atas paha, menyerong ke belakang membentuk arah 45 derajat. Hal ini dimaksudkan untuk menghidari kecelakaan di atas perahu, yaitu jika sirip dayung yang berada diluar menabrak batu atau benda keras lainnya, maka pegangan yang berada di bagian dalam perahu, tidak akan mengenai crew yag lainnnya yang berada di sebelah si pemegang dayung.